Rekomendasi Treatment Jerawat dan Komedo, Super Ampuh!

Selasa, 30 Juni 2020

Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman treatment pertama di Larissa Aesthetic Center. Wajahku ini tipe sensitif dan kering banget. Sekalinya salah pilih produk skincare, jerawat pasti muncul dengan cepat. Mau itu bruntusan, jerawat matang, sampai jerawat batu. Belum lagi komedo yang menumpuk di setiap sudut muka. Tapi, sekarang wajahku udah jauuuuh lebih baik. Jerawat udah nggak ada, bekas jerawat udah nggak ada, dan komedo cuma ada beberapa biji doang. Jadi aku akan sharing nih, gimana cara menghilangkan jerawat dan komedo ku!

                Awalnya aku bingung pengen coba treatment dimana yang aman dan nyaman, terkait kondisi kulitku yang sensitif. Dari rekomendasi teman-teman, aku coba buka web larissa.co.id untuk melihat treatment dan produk-produknya. Setelah berpikir, aku memutuskan untuk kesana. Singkatnya, disana aku konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tepat seperti dugaanku, komedo di mukaku sangatlah banyak. Akhirnya dokter menyarankanku untuk treatment menggunakan Bio Acne Light Facial dan memakai krim dokter pagi malam. Aku menyetujuinya dengan pertimbangan krim pagi untuk merawat pori-pori kulit dan komedo serta krim malam untuk mencerahkan wajah. Pelayanan dokternya sangat ramah dan bisa banget diajak diskusi mengenai kondisi kulit kita. Yang paling aku suka, dokter menyarankan tratment dan produk sesuai dengan kondisi kantong. Jadi jangan takut kantong kering ya! Hihihi.

                            Nah ini ruang untuk menunggu antrean ke CS maupun treatment

                Cus ke treatmentnya. Setelah konsultasi, aku menunggu nomor antrean dipanggil menuju ruang treatment. Sesampainya di ruang treatment, akan dipastikan lagi dengan memanggil nama dan menyebutkan treatmentnya. Oh iya, ruangan treatment laki-laki dan perempuan dipisah. Jadi nyaman banget deh. Kita akan diberikan kemben untuk ganti baju dan kunci loker untuk menyimpan barang-barang. Pelayanan treatmentnya pun nyaman. Jika memungkinkan kita akan diajak mengobrol dengan therapist. Pertama, wajah kita akan di bersihkan menggunakan air kemudian dioles masker sari pati bengkoang sambil dipijat mukanya sekitar lima belas menit. Aku suka sekali sesi ini karena membuat wajahku rileks. Setelah itu, peeling wajah menggunakan alat (aku nggak tau apa namanya) tapi rasanya nggak sakit sama sekali. Sesi peeling wajah ini tidak terlalu lama, jika alatnya sudah menyentuh seluruh wajah maka sudah selesai. Kemudian masuk ke sesi ekstraksi komedo. Jujur aku takut sekali dengan sesi ini karena aku memang memiliki jerawat dan komedoku sangat banyak. Oleh karena itu, sesi ekstraksi komedo sangaaaat lama. Alhamdulillah, therapist sangat sabar dan pengertian, therapist selalu memberi jeda waktu jika aku ingin istirahat sebentar. Aku juga diberi tissue untuk mengusap air mata saat menangis, hihihi. Baik banget mereka. Kalau sesi ekstraksi komedo selesai, akan dicek oleh supervisor apakah wajah kita sudah benar-benar bersih dari komedo atau masih ada yang tersisa. Kalau masih ada, akan dibersihkan lebih lanjut oleh supervisornya. Aku disarankan untuk datang treatment dua minggu lagi. Hihihi, mungkin karena saking banyaknya komedo kali ya. Biar tidak menumpuk di bulan depan. Selanjutnya, wajahku ditempa sinar biru lembut gitu sekitar lima belas menit. Konon sinar ini untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya. Kemudian ada sesi maskeran lagi. Kali ini dikasih masker peel off. Aromanya wangi dan nyamaaaan banget. Terasa dingiiin dan semakin membuat wajahku rileks sampai aku ketiduran, hihihi. Sekitar 15 menit maskernya dilepas dan dibersihkan kembali dengan air. Di akhir sesi aku diberi pertanyaan apakah ada keluhan mengenai pelayanan hari ini? Tentu saja aku jawab tidak. Karena memang sangat nyaman. Kemudian treatment ditutup dengan mengoleskan krim jerawat ke seluruh wajah. Kemudian aku ganti baju, mengambil barang, dan keluar ruang treatment menuju kasir untuk membayar serta apotek untuk menunggu krim pagi malam.

                            Ini ruangan treatmentnya, beneran dipisah ini cowok cewek! hihi

                Sampai dirumah, setelah aku berkaca aku sedikit sedih. Karena wajahku sangat sensitif dan aku lupa bilang saat konsultasi dokter, wajahku menjadi merah dan sedikit bengkak. Saking khawatirnya aku langsung melakukan konsultasi dokter secara online menggunakan Whatsapp. Kata dokternya, karena wajahku terlalu banyak komedo sehingga ejstraksinya hanya berjarak sedikit akhirnya memberikan efek kemerahan dan bengkak. Tapi, efek itu akan hilang selama 3 hari dan disarankan untuk memakai rutin krim yang diberikan oleh dokter. Oke disini aku mulai tenang. Bentar, tapi 3 hari itu cukup lama bagiku. Sempat khawatir lagi apakah wajahku akan kembali atau tidak? Mengingat tipe wajahku yang sensitif ini. Sedih banget kalau nggak bisa balik lagi. Namun aku tetap berusaha dengan memakai krim malam sesuai resep dokter. Ternyataaa, alhamdulillah banget efek kemerahan dan bengkak di wajah hilang keesokan harinya. Padahal kan dijanjikan 3 hari. Wuah senangnya aku.         Akhirnya aku makin semangat untuk menggunakan krim pagi dan malamnya. Hari demi hari, jerawat kecil kecilku mulai tidak nampak lagi. Selain itu, bekas jerawat mulai hilang dan bagian yang paling bahagia adalah kemunculan komedoku sudah tidak secepat dulu lagi. Bahkan aku memakai BB cream kulitku tetep selow selow aja nggak memproduksi komedo sebanyak dan secepat dulu. Hal ini aku buktikan dari treatment bulan berikutnya, sesi ekstraksi komedo hanya beberapa menit aja!

Jadi itu pengalaman aku denga jerawat dan komedo! Oh iya temen temen jangan lupa check link ini ya! Untuk rekomendasi menghilangkan jerawat lainnya dari Larissa Aesthetic Center tentunya! https://www.larissa.co.id/news/detail/952/rekomendasi-cara-menghilangkan-jerawat-yang-lagi-hits- sampai jumpa di Klinik Larissa Aesthetic Center!


Aku Tak Suka Kau

Minggu, 16 Juli 2017



Katamu kau suka aku
Lalu kau pilih aku
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Meski dia lebih baik
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Aku menyenangkan
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Kau nyaman bersamaku
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Tapi aku tak suka kau memilihku
Aku tak suka dijadikan pilihan
Dipilih lalu apa?

Jika bagiku saja, kau  tujuan hidupku
Mengapa kau hanya sekedar memilih?
Memilih lalu apa?

Ah, memang aku tak suka kau
Aku mencintaimu

DS
Yogyakarta, 6 Mei 2017

Aku Tak Suka Kau



Katamu kau suka aku
Lalu kau pilih aku
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Meski dia lebih baik
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Aku menyenangkan
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Kau nyaman bersamaku
Aku tak suka kau

Katamu kau suka aku
Tapi aku tak suka kau memilihku
Aku tak suka dijadikan pilihan
Dipilih lalu apa?

Jika bagiku saja, kau  tujuan hidupku
Mengapa kau hanya sekedar memilih?
Memilih lalu apa?

Ah, memang aku tak suka kau
Aku mencintaimu

DS
Yogyakarta, 6 Mei 2017

Senjaku sendu

Senin, 10 April 2017



Bersamamu, senja ku sendu
Tapi buat rindu, bahkan candu
Tapi itu dulu

Kini senja ku direnggut mendung
Tak jelas, iya atau tidak
Gurat senja ku mulai hilang
Saput oranye ditelan awan

Ah, senja ku
Benar kata orang, senja tak bisa berkata
Tapi guratnya mengikis tawa
Padahal, aku ingin menyampaikan sesuatu
Aku punya rindu untukmu
Rinduku sudah mutlak
Sudah di ujung bibir
Tapi senja, perkataanmu membuat rinduku temaram
Temaram yang kemudian hilang

Ya sudah, toh air hujan sudah tak sabar mencium bumi
Biar rinduku dibawa hujan
Entah sampai mana 
Tak apa tak tersampaikan

Sekarang, rinduku tak ku hiraukan lagi
Tak usahlah sampai padamu senja
Aku hanya berharap, senja ku kembali sendu
Sendu yang membuat rindu
Dan berakhir candu

Mengapa Ya Tuhan?

Rabu, 25 Mei 2016

Tuhan...
Bolehkah aku bertanya?
Bolehkah aku berkata padaMu?

Tapi Tuhan
Kumohon...
Jangan anggap aku sedang mengeluh
Jangan anggap aku sedang memprotesmu
Jangan anggap aku benci padaMu

Karena aku sungguh mencintai Mu Tuhan...
Tolong, dengarkan aku
Jika kau mau jawablah...

Kenapa semua yang ku harapkan tak kau berikan?
Memang, dulu ku termakan ambisi
Memang, dulu hatiku keras
Memang, dulu ku egois

Kau bilang restu Mu restu orang tua
Tapi Tuhan
Aku menurut pada orang tuaku
Aku mencoba menepis ambisi
Aku mencari restu Mu ya Tuhan!

Tapi mengapa?
Mengapa Kau tetap tak mau memberi
Aku membawa restu Mu kan?
Atau Kau tak mengindahkan restu orang tuaku?

Sungguh, jika Kau sudi menjawab hamba
Jawab ya Tuhan
Apa yang Kau inginkan dariku?
Apa yang Kau rencanakan untuk Ku?
Rencana yang indah kan Tuhan?
Rencana yang membuat orang tua ku bahagia kan?

Jawab ya Tuhan...
Jawab....

Untukmu, Sang Dewi

Jumat, 13 Mei 2016

Teruntuk kau, Sang Dewi
Izinkan aku membelai indah parasmu
Paras nan cantik yang terlihat lemas

Izinkan aku melukis pelangi
Teruntuk cahaya matamu yang kian redup

Izinkan aku meraih jemarimu
Jemari lentik yang kian tak berdaya

Izinkan aku bersanding denganmu
Agar kau bisa meluapkan lelahmu dibahu ini

Jangan pudarkan senyum manismu
Jangan musnahkan binar matamu

Sungguh, Sang Dewi
Simpul bibirmu yang hilang
Semakin membuat diriku tak berdaya

Sang Dewi
Izinkan aku menjadi rumah untukmu
Agar jiwa ini tak redup
Agar jiwa kita hidup bersama

Sang Dewi
Ulurkan tanganmu
Aku akan menghapus lelahmu

Wahai kau

Wahai sang penyimpul hati
Apa salah ku?
Aku tahu, mungkin kau terlalu sempurna
Atau aku yang terlalu rendahan?
Tapi, setega itu kau sebut aku rendahan?
Kau memang tak pernah salahkan perasaan ini
Tapi, mengapa sikapmu seolah tak tahu apa itu cinta?
Aku tak pernah menuntutmu untuk membalas rasa ini

Aku, yang telah terlanjur tertambat di hatimu
Apakah perasaan ku ini salah?
Jika memang salah
Mengapa kau tak mencabut bayang wajah mu?
Mengapa kau tak segera beranjak dari hati ini?
Mengapa kau tak merobek namamu disini?

Aku, yang hanya ingin menyimpul senyum mu
Apa kau tahu?
Kau tak perlu bermanis-manis padaku
Terlalu indah bagiku
Cukup kau tersenyum dihadapanku
Meski senyum itu bukan untukku

Tapi, jika kau tak menginginkan cinta ini
Aku tetap memiliki cinta agung nan tulus
Untukmu, sang penyimpul hati

Wanita, Karir atau Ibu Rumah Tangga?

Selasa, 19 April 2016

Bagaimana jawaban kalian atas pertanyaan tersebut?
Tulisan kali ini saya ingin menumpahkan kebingungan saya dan pendapat pendapat orang di sekitar saya.

Kemarin, saya dengar perkataan dari teman sekos, "Ah, aku mah mau kerja aja. Karir itu penting, anak mah urus nya gampang. Mereka juga bakal ngerti kalo ibunya pergi kerja buat nyari uang," dan aku hanya terdiam mendengar perkataan itu. Semudah itu kah? Sesimpel itukah?

Ada juga yang pernah memberi nasihat ketika saya penat dengan tugas-tugas kuliah, "Ayo lah belajar, kamu cewek besok anak kamu butuh ibu yang cerdas, ibu yang cekatan, dan ngerti sama anaknya," oke kalau ini aku setuju betsssss dah!

Tapi juga ada pertanyaan dari teman yang bikin saya mikir banget, "Emang wanita diciptakan buat di rumah aja? Harus mengurus anak dan suami? Kan sekarang udah ada emansipasi?" Hmmm entahlah. 

Ada lagi teman sekampus yang berkata begini, "Tapi, kata ibuku aku tidak boleh menggantungkan diri pada laki-laki. Aku harus bisa mencari uang sendiri,"

Tapi (ah tapi lagi), coba di pikir lagi deh. Suami pasti kerja, berangkat pagi-pagi pulang sore (biasanya). Tentu saja sampai rumah capek kan ya? Mau nya pasti langsung mandi dan makan karena lapar. Terus bayangin istri juga kerja pulang sore juga. Sama sama capek kan ya? Terus yang mau ngurusin berdua tuh siapa kalau capek semua? Anak? Tetangga? Bingung lagi deh...

Selain itu, kalau bekerja terus-terusan, ketika si anak pengen minta diajarin PR nya sedangkan sang ibu juga memiliki tugas akan pekerjaannya, lalu bagaimana perasaan anak tersebut? Merasa diabaikan atau diperhatikan atau bahkan biasa saja?

Lalu, kemarin ibu saya berkata, "Besok kalau kamu udah kerja, jangan lupa kalau kamu di rumah adalah sebagai ibu rumah tangga bukan jabatanmu di kantor. Jadi, prioritaskan anak dan suami mu. Jangan mengacuhkan mereka. Jangan asal titip anak ke pengurus anak, pembantu, baby sitter atau apapun itu. Kenapa? Karena nantinya anak kamu akan lebih dekat dengan pengurus nya dibanding kamu. Ketika anakmu butuh teman, lalu mencari pengurusnya. Ketika ia butuh seseorang yang menenangkan dirinya lalu ia mencari pengurusnya. Nah, kalau sudah begitu bagaimana perasaanmu? Suami mu juga perlakukan dengan baik, kan sudah diajarkan dalam agama. Selain itu, kalau kamu nggak mau ngurus sebagai contoh membuat minuman ketika dia pulang kerja dan membuat makanan untuknya. Kalau nanti dia malah pergi mencari orang lain yang mau membuatkan minuman untuknya, bagaimana perasaanmu? Bukan urusan makanan atau minuman, tapi perhatian dan kepedulianmu yang dilihat, Nak,"

Nah, setelah mendengar perkataan ibu aku tetap bingung juga :D . 

Tapi, menurutku jadi wanita itu tidak mudah. Menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat berkeluh kesah suami dan anak-anak, dan lain sebagainya yang tentu saja butuh pembagian waktu yang keren. Jadi ingat nasihat lama, menjadi anak perempuan itu tidak boleh manja, harus cekatan, cerdas, dan tidak banyak mengeluh. Kelak kau akan jadi tempat berkeluh kesah, tempat melabuhkan kasih sayang, dan segala suka duka akan tertumpah padamu.

Dengarkanlah...

Rabu, 25 November 2015

Riuh
Gemuruh
Ramai
Diamlah!, kataku
Hening sesaat
Ramai kembali
Hei, kubilang diamlah!
Hanya tatapan aneh kuterima
Kumohon, diamlah...
Dengarkanlah rintik hujan
Dengarkanlah nyanyiannya
Agar kau tahu, bahwa hujan bukan menyiratkan kesedihan
Ia menyiratkan pengertian
Agar kau mengerti dan paham
Tentang penerimaan kesedihan