Bagaimana jawaban kalian atas pertanyaan tersebut?
Tulisan kali ini saya ingin menumpahkan kebingungan saya dan pendapat pendapat orang di sekitar saya.
Kemarin, saya dengar perkataan dari teman sekos, "Ah, aku mah mau kerja aja. Karir itu penting, anak mah urus nya gampang. Mereka juga bakal ngerti kalo ibunya pergi kerja buat nyari uang," dan aku hanya terdiam mendengar perkataan itu. Semudah itu kah? Sesimpel itukah?
Ada juga yang pernah memberi nasihat ketika saya penat dengan tugas-tugas kuliah, "Ayo lah belajar, kamu cewek besok anak kamu butuh ibu yang cerdas, ibu yang cekatan, dan ngerti sama anaknya," oke kalau ini aku setuju betsssss dah!
Tapi juga ada pertanyaan dari teman yang bikin saya mikir banget, "Emang wanita diciptakan buat di rumah aja? Harus mengurus anak dan suami? Kan sekarang udah ada emansipasi?" Hmmm entahlah.
Ada lagi teman sekampus yang berkata begini, "Tapi, kata ibuku aku tidak boleh menggantungkan diri pada laki-laki. Aku harus bisa mencari uang sendiri,"
Tapi (ah tapi lagi), coba di pikir lagi deh. Suami pasti kerja, berangkat pagi-pagi pulang sore (biasanya). Tentu saja sampai rumah capek kan ya? Mau nya pasti langsung mandi dan makan karena lapar. Terus bayangin istri juga kerja pulang sore juga. Sama sama capek kan ya? Terus yang mau ngurusin berdua tuh siapa kalau capek semua? Anak? Tetangga? Bingung lagi deh...
Selain itu, kalau bekerja terus-terusan, ketika si anak pengen minta diajarin PR nya sedangkan sang ibu juga memiliki tugas akan pekerjaannya, lalu bagaimana perasaan anak tersebut? Merasa diabaikan atau diperhatikan atau bahkan biasa saja?
Lalu, kemarin ibu saya berkata, "Besok kalau kamu udah kerja, jangan lupa kalau kamu di rumah adalah sebagai ibu rumah tangga bukan jabatanmu di kantor. Jadi, prioritaskan anak dan suami mu. Jangan mengacuhkan mereka. Jangan asal titip anak ke pengurus anak, pembantu, baby sitter atau apapun itu. Kenapa? Karena nantinya anak kamu akan lebih dekat dengan pengurus nya dibanding kamu. Ketika anakmu butuh teman, lalu mencari pengurusnya. Ketika ia butuh seseorang yang menenangkan dirinya lalu ia mencari pengurusnya. Nah, kalau sudah begitu bagaimana perasaanmu? Suami mu juga perlakukan dengan baik, kan sudah diajarkan dalam agama. Selain itu, kalau kamu nggak mau ngurus sebagai contoh membuat minuman ketika dia pulang kerja dan membuat makanan untuknya. Kalau nanti dia malah pergi mencari orang lain yang mau membuatkan minuman untuknya, bagaimana perasaanmu? Bukan urusan makanan atau minuman, tapi perhatian dan kepedulianmu yang dilihat, Nak,"
Nah, setelah mendengar perkataan ibu aku tetap bingung juga :D .
Tapi, menurutku jadi wanita itu tidak mudah. Menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat berkeluh kesah suami dan anak-anak, dan lain sebagainya yang tentu saja butuh pembagian waktu yang keren. Jadi ingat nasihat lama, menjadi anak perempuan itu tidak boleh manja, harus cekatan, cerdas, dan tidak banyak mengeluh. Kelak kau akan jadi tempat berkeluh kesah, tempat melabuhkan kasih sayang, dan segala suka duka akan tertumpah padamu.
0 komentar:
Posting Komentar