Masih selalu
tempat ini. Disudut gedung, di lantai atas. Tempat dimana aku bisa memandang seluruh
kota. Tempatku berpijak menatap cakrawala angkasa. Juga suatu tempat dimana kau
memberi setangkai mawar padaku. Hmm, iya. Kau orang pertama yang memberi sejuta
memori padaku. Dari sekian orang yang berlalu lalang dalam hidupku, hanya kau
yang mampu menancapkan kesan indah dihati. Ya, bukan cinta pertama memang.
Tapi, sebuah cinta yang mengajariku bagaimana cara saling percaya dan saling
mengerti. Kau mengajariku lewat kerlap-kerlip bintang, lewat putih terangnya
sinar rembulan, dan lewat mawar itu.
Iya, mawar merah merekah itu. Masih selalu kuingat dan akan selalu kusimpan. Meskipun, mawar itu sudah mengering dan sudah mulai hancur. Tak akan kubuang, seperti apapun wujudnya. Mawar yang kau berikan bersama indahnya pelangi sore itu.
Iya, mawar merah merekah itu. Masih selalu kuingat dan akan selalu kusimpan. Meskipun, mawar itu sudah mengering dan sudah mulai hancur. Tak akan kubuang, seperti apapun wujudnya. Mawar yang kau berikan bersama indahnya pelangi sore itu.
Aku terdiam…
Aku tak bisa
berkata apapun…
Bibirku kelu…
Saat itu, kau
akan pergi meninggalkanku dengan membawa kepastian hati kepadaku. Saat itu juga
hati kita terikat dan diuji untuk saling menjaga kepercayaan. Lama memang.
Tapi, bagaimana lagi? Aku tak bisa melakukan apapun selain menantimu disini.
Menanti kedatanganmu ke kota ini untuk melebur semua kerinduan didalam batinku.
Seperti malam
ini, setiap kerinduan semakin membeku, aku selalu menuju tempat ini. Ya,
sekedar mengamati kerlap-kerlip bintang dan merasakan sinar rembulan. Bagiku,
melakukan hal itu sama seperti merasakan hadirmu disini, disampingku. Sedikit
mencairkan kerinduanku.
Menanti dan
ada jarak itu memang sulit. Tapi, itu lebih baik daripada aku tak tahu
perasaanmu sama sekali. Cukuplah bunga mawar itu yang menemani hari-hariku saat
ini. Yang menemaniku untuk menantimu disini. Aku tahu, kau disana juga pasti
berat melalui hari-harimu. Tapi aku percaya, kamu mampu menjaga hatimu untukku.
Karena disini akupun begitu. Tolong, jika suatu hari kau mendengar kabar buruk
tentang kesetiaanku, tentang aku tak menjaga hatimu, itu pasti tidak benar. Aku
disini yang selalu mencoba menerawang wajahmu. Mencoba merasakan nyaman
pundakmu. Dan selalu merasakan hadirmu disini.
Kau tahu?
Setiap malam kau selalu menelusup disetiap mimpiku. Membuat mimpi-mimpiku
menjadi indah. Kau selalu merajut cerita indah dimimpi-mimpiku. Bahkan, aku
selalu ingin bisa tidur lebih lama, agar aku bisa bersamamu lebih lama.
Ah,
kepercayaan. Memang sesuatu yang sulit dilakukan, sesuatu yang sangat berat
dijaga bersama. Bahkan, kadang timbul rasa takut kalau-kalau dia menghianati.
Kalau-kalau dia membohongi. Tapi, tanpa kepercayaan semuanya akan berakhir.
Kesetiaanpun harus dijaga dan dipupuk. Haruslah kita sadar kalau hati kita
sudah ada yang memiliki. Hati kita sudah dipercayakan pada hati yang disana.
Tak usahlah tengak-tengok kesana kemari. Lihatlah apa yang kita punya. Pasti
itu yang terbaik untuk kita. Jaga yang kita punya, jangan sampai suatu saat
tiba-tiba ia menghilang lantaran kita terlalu menggenggam erat atau yang lebih
parah genggaman kita melonggar.
Hmm, jauh
dekat. Sepertinya, menjadi sama sajalah bagiku. Jikalau dekat tapi malah tak
bisa saling menjaga, toh akhirnya lepas. Jauhpun sama, tak bisa mengendalikan
perasaan dan tak bisa memelihara kesetiaan. Jatuhnya pun sama, akan lepas.
Baiklah, aku
akan menjaga mawar itu. Benar-benar akan menjaganya hingga pemberi mawar
kembali dan aku akan bersamanya.


0 komentar:
Posting Komentar