Percayalah... :)

Kamis, 08 Mei 2014


Masih selalu tempat ini. Disudut gedung, di lantai atas. Tempat dimana aku bisa memandang seluruh kota. Tempatku berpijak menatap cakrawala angkasa. Juga suatu tempat dimana kau memberi setangkai mawar padaku. Hmm, iya. Kau orang pertama yang memberi sejuta memori padaku. Dari sekian orang yang berlalu lalang dalam hidupku, hanya kau yang mampu menancapkan kesan indah dihati. Ya, bukan cinta pertama memang. Tapi, sebuah cinta yang mengajariku bagaimana cara saling percaya dan saling mengerti. Kau mengajariku lewat kerlap-kerlip bintang, lewat putih terangnya sinar rembulan, dan lewat mawar itu. 


Iya, mawar merah merekah itu. Masih selalu kuingat dan akan selalu kusimpan. Meskipun, mawar itu sudah mengering dan sudah mulai hancur. Tak akan kubuang, seperti apapun wujudnya. Mawar yang kau berikan bersama indahnya pelangi sore itu.
Aku terdiam…
Aku tak bisa berkata apapun…
Bibirku kelu…
Hanya mataku yang mengalirkan butir-butir kegembiraan.

Saat itu, kau akan pergi meninggalkanku dengan membawa kepastian hati kepadaku. Saat itu juga hati kita terikat dan diuji untuk saling menjaga kepercayaan. Lama memang. Tapi, bagaimana lagi? Aku tak bisa melakukan apapun selain menantimu disini. Menanti kedatanganmu ke kota ini untuk melebur semua kerinduan didalam batinku.
Seperti malam ini, setiap kerinduan semakin membeku, aku selalu menuju tempat ini. Ya, sekedar mengamati kerlap-kerlip bintang dan merasakan sinar rembulan. Bagiku, melakukan hal itu sama seperti merasakan hadirmu disini, disampingku. Sedikit mencairkan kerinduanku.
Menanti dan ada jarak itu memang sulit. Tapi, itu lebih baik daripada aku tak tahu perasaanmu sama sekali. Cukuplah bunga mawar itu yang menemani hari-hariku saat ini. Yang menemaniku untuk menantimu disini. Aku tahu, kau disana juga pasti berat melalui hari-harimu. Tapi aku percaya, kamu mampu menjaga hatimu untukku. Karena disini akupun begitu. Tolong, jika suatu hari kau mendengar kabar buruk tentang kesetiaanku, tentang aku tak menjaga hatimu, itu pasti tidak benar. Aku disini yang selalu mencoba menerawang wajahmu. Mencoba merasakan nyaman pundakmu. Dan selalu merasakan hadirmu disini.
Kau tahu? Setiap malam kau selalu menelusup disetiap mimpiku. Membuat mimpi-mimpiku menjadi indah. Kau selalu merajut cerita indah dimimpi-mimpiku. Bahkan, aku selalu ingin bisa tidur lebih lama, agar aku bisa bersamamu lebih lama.
Ah, kepercayaan. Memang sesuatu yang sulit dilakukan, sesuatu yang sangat berat dijaga bersama. Bahkan, kadang timbul rasa takut kalau-kalau dia menghianati. Kalau-kalau dia membohongi. Tapi, tanpa kepercayaan semuanya akan berakhir. Kesetiaanpun harus dijaga dan dipupuk. Haruslah kita sadar kalau hati kita sudah ada yang memiliki. Hati kita sudah dipercayakan pada hati yang disana. Tak usahlah tengak-tengok kesana kemari. Lihatlah apa yang kita punya. Pasti itu yang terbaik untuk kita. Jaga yang kita punya, jangan sampai suatu saat tiba-tiba ia menghilang lantaran kita terlalu menggenggam erat atau yang lebih parah genggaman kita melonggar. 
Hmm, jauh dekat. Sepertinya, menjadi sama sajalah bagiku. Jikalau dekat tapi malah tak bisa saling menjaga, toh akhirnya lepas. Jauhpun sama, tak bisa mengendalikan perasaan dan tak bisa memelihara kesetiaan. Jatuhnya pun sama, akan lepas.
Baiklah, aku akan menjaga mawar itu. Benar-benar akan menjaganya hingga pemberi mawar kembali dan aku akan bersamanya.

0 komentar:

Posting Komentar