Detik Memori

Rabu, 14 Mei 2014


Memori, apa sih memori menurut kalian para Blogger? Hmm, mungkin akan ada yang mengatakan memori adalah masa lalu, atau memori adalah sesuatu yang tak akan terlupakan, bisa juga memori adalah rekaman jejak hidup yang mengesankan. Ya, menurutku semua itu benar.
Bagiku, memori akan selalu teringat, tersimpan, dan abadi di ingatan kita. Pernah suatu ketika temanku berkata, “Aku tidak akan pernah bisa melupakan dia dan semua yang terkait dengannya, karena dia sudah menjadi sebuah memori yang terekam. Menjadi sebuah memori yang mengendap di ingatanku. Meskipun sekarang dia tlah hilang,” menurutku kata-kata itu  benar adanya.
Memori memang tak akan bisa terlupakan begitu saja. Meskipun nyatanya semua itu tlah hilang entah kemana dan semua itu tlah pergi seperti debu tersapu angin. Tapi, masih atau tidaknya keadaan itu tak akan mempengaruhi kesan memori. Kesan yang begitu mendalam. Bahagia tetap bahagia. Istimewa tetap istimewa. Sedih tetap sedih. Bahkan, sakit akan tetap sakit.
Memori memang tak akan bisa terlupakan begitu saja. Apalagi, terdapat rekaman nyata dari sang memori. Foto, lagu kenangan, bahkan barang dari seseorang. Setiap kita melihatnya, secara otomatis akan berkelebat semua kejadian yang berkaitan dengannya. Berputar terus-menerus seperti sebuah kaset yang diputar berulang-ulang. Seperti tak mau dihentikan. Seketika itu juga, kita seperti diseret kembali ke waktu itu. Waktu ketika semuanya terjadi. Tak apalah, jikalau memori itu membuat kita tersenyum bahkan tertawa. Yang menyedihkan jika memori itu adalah memori yang selalu berhasil membuat air mata menganak sungai. Pastilah, rasanya akan semakin sakit. Bahkan lebih sakit dibanding kejadian dulu. Ya, karena semua itu hanyalah sebuah memori. Sebuah memori yang tak bisa diulang. Memori yang bisa membuat kita sendu, merenung, bersedih, atau apapun itu.
Tapi, tak apalah. Toh dengan memori yang sejahat itu. Lihatlah, pasti sekarang kau bisa beranjak dewasa. Kau lebih bisa mempelajari hidup. Pastilah, kau belajar dari kesalahan itu. Toh hidup juga berisi tangis dan bahagia. Semua itu satu paket. Sadarilah, ketika kau merasa sangat sedih, tiba-tiba ada sesuatu yang membuatmu bahagia. Semua itu hanya ingin memberitahumu bagaimana rasa bahagia. Semua itu hanya akan mengingatkanmu bahwa tangis dan bahagia itu satu paket. Ya SATU PAKET. Karena itulah, tak sepantasnya kita merengek akan kesedihan. Tak sepantasnya kita menyalahkan takdir yang ada. Apalagi, menyalahkan Tuhan atas kesulitan yang ada. Satu-satunya yang pantas kita lakukan adalah bagaimana kita membuat diri kita bahagia dan apa sesuatu yang bisa kita ambil dari kesedihan itu.
So, mulai sekarang. Tersenyumlah! Tersenyumlah, karena dunia sangat menantikan senyum manismu. Dunia sangat membutuhkan kebahagiaanmu! Semangat! Hammasah selalu! :)

0 komentar:

Posting Komentar